Kesehatan

Kondisi kesehatan masyarakat salah satunya tercermin dari angka harapan hidup pada tahun 2008 yaitu 70,1 tahun, sedangkan tahun 2007 yaitu 70,1 (tetap), sehingga tidak terjadi perubahan angka harapan hidup di Kabupaten Boyolali.

Sedangkan indikator pelayanan kesehatan dari aspek angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi lahir dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel

Indikator Pelayanan Kesehatan Aspek Angka Kematian Ibu Melahirkan

dan Angka Kematian Bayi Lahir Kabupaten Boyolali Tahun 2005-2008

 

No. Indikator  Tahun
2005 2006 2007 2008
1 Angka kematian ibu 121/ 100.000 Kelahiran Hidup 66,67/100.000 Kelahiran Hidup 93,71/100.000 Kelahiran Hidup 119,91 /100.000 Kelahiran Hidup
2 Angka kematian bayi 9,7/ 1.000 Kelahiran Hidup 14.03 / 1.000 Kelahiran Hidup 14.00 / 1.000 Kelahiran Hidup 12,81 / 1.000 Kelahiran Hidup

Sumber data : Dinkes Kab. Boyolali

Berdasarkan tabel tersebut di atas, bahwa angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Boyolali pada tahun 2006 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2005 namun pada tahun 2007 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2006, yang lebih memprihatinkan angka kematian ibu melahirkan tahun 2008 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2007 bahkan mendekati angka pada tahun 2005, hal ini menunjukan kinerja pelayanan kesehatan mengalami penurunan yang sangat signifikan padahal tidak sedikit alokasi anggaran bidang kesehatan baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Boyolali maupun alokasi dari pemerintah pusat.

Angka kematian ibu melahirkan yang meningkat tahun 2008 dibandingkan tahun 2007 disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

 

  1. Eklamsi 52.63 %,
  2. Perdarahan 15.76 %,
  3. Penyakit jantung 10.52 %,
  4. Infeksi : 5.26 %,
  5. Sebab lainnya 15,78 %.

aspek angka kematian bayi lahir, bahwa pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 mengalami penurunan yang dapat dikatakan kinerja pelayanan kesehatan semakin membaik.

Indikator lain, prevalensi gizi kurang pada anak balita tahun 2008 sebesar 11.37%dari 17,3% tahun 2007 berarti terjadi penurunan 6,07% hal tersebut menunjukan meningkatnya kualitas gizi anak balita, kondisi ini terjadi karena adanya bantuan pemberian pemulihan dan PMT, penyuluhan dan peran serta masyarakat di posyandu.

Go to top